Eksplore Sumba: Misteri Situs Ratenggaro hingga Eksotika Alamnya!

Sumba, Nusa Tenggara Timur, memiliki serangkaian panorama alam mampu membius setiap pasang mata memandangnya. Sebuah destinasi terbaik di tanah air dengan potensi alam yang mengagumkan, budaya yang menakjubkan.

Sayangnya, masih banyak yang belum pulau di bagian tengah Indonesia ini. Meski perjalanan menuju pulau ini cukup rumit, seketika lelah terbayarkan ketika mulai menjejakkan kaki di tanah yang menyimpan banyak cerita ini.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang tanah Sumba? Mari simak beberapa hal menarik di bawah ini untuk Anda eksplore saat berkunjung ke Sumba.

Sendallwood di Atas Hamparan Sabana

sendallwood di sabana sumba

Tahukah Anda? Bahwa di Sumba terdapat sabana yang selalu ramai oleh sekumpulan kuda? ya, pulau ini memang identik sekali dengan kuda. Kuda di sini sering di sebut sendallwood pony.

Masyarakat lokal banyak yang memanfaatkannya sebagai alternatif kendaraan hingga sekarang. Warna rambut kuda Sumba bervariasi, ada hitam, putih, dragem, merah, brownise black, cream, abu-abu, dan belang.

Anda bisa menunggangi sandalwood pony ini untuk berjalan-jalan di atas padang rumput jika Anda ingin mencobanya.

Bicara tentang kuda di pulau Sumba ini, orang lokalnya memiliki tradisi pasola atau tarian perang dengan menunggangi kuda sebagai kendaraan perangnya. Biasanya tradisi ini digelar pada bulan Februari dan Maret.

Para sandalwood pony ini juga gemar berburu ombak di tepi pantai. Ketika ombak pecah di bibi pantai, mereka akan berlomba untuk menangkap ombak dan berpacu di atasnya.

Baca Juga : Mau Travelling? Ini Dia 13 Starter Pack Yang Wajib Disiapkan!

Misteri di Desa Adat Ratenggaro

desa ratenggaro - tanah sumba

Di bagian Sumba Barat, Anda akan menemui sebuah kampung adat yang ketika memasukinya, Anda akan seperti masuk ke mesin waktu dan tiba di zaman megalithikum 4500 tahun yang lalu.

Di sini, di desa adat Ratenggaro, terdapat situs kuburan batu tua yang diperkirakan telah ada sejak zaman batu (megalithikum). Batu-batu megalithikum yang di sebut situs Ratenggaro ini tersebar tidak merata di pulau Sumba.

Jumlahnya yang cukup banyak, sekitar 304 buah kuburan batu, ternyata menyimpan misteri di dalamnya. Menurut cerita yang beredar, dahulu kala pernah terjadi perang antar suku dalam perebutan desa, musuh yang kalah lantas dibunuh dan di kubur di tempat itu juga sehingga batu-batu itu terlihat tidak merata letaknya. Kesan magis tentu sangat kental saat Anda meng-eksplore desa ini.

Di kutip dari Wikipedia Indonesia, Masyarakat desa ini menganut kepercayaan Marapu. Yakni kepercayaan dengan pemujaan kepada para leluhur. Kepercayaan inilah yang mempengaruhi bentuk dari bentuk rumah yang mereka tempati.

Rumah adat Ratenggaro berbentuk panggung dengan atap menjulang tinggi ke atas hingga 30 meter, adalah khasnya pulau Sumba. Bagi mereka, ini adalah bentuk penghormatan terhadap arwah para leluhur. Biasanya di setiap rumah terdapat benda-benda pusaka yang berhubungan dengan hal-hal metafisika.

Baca Juga : Spot foto di Ubud | Wisata Kekinian yang Ramai di Media Sosial

Pantai Walakiri dan Barisan Bakau yang Seakan Menari

pantai walakiri

Sumba Timur memiliki sebuah pantai yang menyimpan goresan langit senja nan hangat untuk dinikmati. Ya, nama pantai itu ialah pantai Walakiri. Bahkan pantai Walakiri kini telah mendunia dan terkenal sebagai tempat berselancar yang indah.

Di tengah terbentangnya pantai dengan ombak yang kerap menyapu bibir pantai, pohon bakau tumbuh dengan wujud yang meliuk-liuk seakan menari di atas pantai.

Terlebih saat air laut surut dan senja turun, siluet pepohonan mangrove seakan menjadi fenomena yang unik dan mampu memanjakan mata. Anda tentu tidak akan tahan untuk mengabadikan momen ini.

Bukit Warinding – Rangkaian Pegunungan dan Bukit Kapur

bukit warinding yang mengagumkan

Sebagian besar dari Anda barangkali masih asing mendengar nama Bukit Warinding. Meskipun begitu, Anda pasti pernah melihat foto lanskap bukit ini dari media sosial. Traveller lokal hingga mancanegara banyak yang penasaran dan terpukau oleh panoramanya yang begitu mengagumkan.

Berbeda dengan bukit-bukit rumput di lainnya di Indonesia, Bukit Warinding berbentuk layaknya gelombang yang tidak rata. Dari kejauhan, gradasi warna bukit sangat eksotis, mulai dari hijau hingga kecoklatan pada saat tertentu.

Terletak di ketinggian 100-200 mdpl di Desa Pambotaraja, Waingapu, Sumba Timur, ternyata pemandangan sunset dan sunrise dari atas bukit ini begitu cantik. Ketika berada di sini, Anda tentu tidak boleh ketinggalan siluet hangat momen terbit dan tenggelamnya matahari yang begitu ayu.

Asrinya Bukit Warinding dengan savananya yang keren, apalagi saat memasukki musim kering pada bulan Juni hingga Oktober, bisa di pastikan Anda akan betah berlama-lama di di sini.

Penginapan Sumba yang Tak Kalah Aesthetic

Terkenal dengan pantai yang menakjubkan, bukit dan savananya yang membuat betah, hingga tradisi yang kental metafisika, kerap membuat Sumba Timur tak sepi oleh wisatawan.

Saat berkunjung ke pulau ini tentu tak akan cukup dalam sehari, wisatawan biasanya akan menginap di beberapa jenis akomodasi, mulai yang ramah anggaran hingga resor mewah.

Di bawah ini ada beberapa rekomendasi penginapan di Sumba Timur yang aesthetic untuk menikmati potensi alam Sumba yang terbentang luas.

Alamayah Boutique Retreat Hotel & Villa

alamayah boutique retreat hotel & villa

Desain dan detail rancangan hotel estetik Alamayah sengaja untuk menciptakan restet liburan liburan yang holistik. Ketika mulai memasuki hotel ini, Anda akan disambut dengan keramahan para staff dan sikap kekeluargaan begitu hangat terasa.

Letaknya yang tersembunyi di hutan desa tepi pantai Sumba Barat Daya, Alamayah adalah tempat yang tepat untuk mengistirahatkan diri dan hati.

Masing-masing dari enam suite unik Alamayah siap melengkapi pengalamanan Anda selama di Sumba. Pemandangan laut, hutan, dan lainnya dari lensa Alamayah Boutique, bisa Anda dapatkan dengan harga mulai dari IDR 4,944,000 per malam.

Villa Amidala

Villa Amidala, Waingapu Sumba

Villa indah yang bernama Amidala ini tepat berada di Waingapu. Arsitekturnya begitu cantik villa ini perpaduan dari tradisional Sumba dan fasilitas modern. Rimbunan taman dan pemandangan Samudera Hindia akan menjadi penenang kala Anda menginap. Villa yang kaya akan karya seni lokal ini cukup terjangkau, berkisar IDR 700,000 per malam.

Padadita Beach Hotel

Padadita Beach Hotel

Pengalaman unik dan otentik dari perpaduan budaya tradisional Sumba adalah kehangatan yang sempurna untuk beristirahat sejenak dari padatnya kota. Ya, Padadita Beach Hotel yang berlanskap Samudera Hindia, memiliki itu semua. Sentuhan material kayu, ilalang dan batu adalah identitas dari bangunan pulau ini. Anda bisa menikmati suasana menginap di Padadita Beach Hotel dengan tarif yang terjangkau, mulai dari IDR 400,000 per malam.

Eksplore Sumba Bersama Orang Tersayang

Beberapa hal menarik seputar Sumba di atas menjadikan pulau ini sangat rekomendasi untuk Anda kunjungi untuk tempat Anda berlibur di akhir pekan bersama orang-orang tersayang. Untuk perjalanan yang jauh dan rute yang cukup rumit ke pulau Sumba, Anda tentu membutuhkan pemandu tour yang bisa menemani, mengarahkan rute perjalanan, serta memberikan informasi pada Anda tentang kegiatan wisata. Bahkan Anda akan diberikan penjelasan dan pengetahuan tentang objek wisata di Sumba yang saat itu sedang Anda datangi.

Anda sudah memiliki rencana untuk menghabiskan waktu liburan di Sumba? Yuk, eksplore tanah Sumba dengan paket tour Sumba dari Seindo Travel yang super murah dan amanah. Ingin meng-eksplore selama 3 hari? 4 hari? atau 5 hari? Anda bisa sesuaikan dengan kebutuhan Anda untuk pengalaman baru yang lebih berkesan!

Buruan cek promo paket tour Sumba di akun instagram Seindo Travel di bawah ini!!

View this post on Instagram

A post shared by SEINDO GLOBAL TRAVEL (@seindotravel)

id_IDIndonesian